Jumat, 13 Mei 2022

Tentang Sebuah Nama


Senja iu..

Aku terbangun dan tertegun 

Melihat dan mendengar seruan nama itu 

Apakah gerangan saat ini kawan 

Bumiku yang begitu indah dan tenang 

Kini bak hujan meteor

Gambar demi gambar 

Tulisan demi tulisan 

Nyanyian demi nyanyian 

Menjadi hiburan beranda 

Menjadi bahan canda 

Yang mengisi hari hariku kini kawan 

Ingatkah kalian..

Dari satu nama menjadi lima 

Saat lima menjadi puluhan 

Saat puluhan menjadi ratusan 

Bahakan menembus ribuan nama 


Ya.. itulah yang kini menghiasi dunia kita 

Membuat kita harus membisu 

Menjadikan hari tanpa kawan kita 

Menjadikan tulisan pengantar salam rindu 


Entah kapan pertiwi bisa merona lagi 

Melirik tawa  para anak bangsa ini 

Melihat mereka pejuang media kembali ke rumah 

Melihat para pejuang ilmu kembali senyum merekah

Karya: Jumrah


What's In A Name?    

Ohh,  Wahai Senja... Ku Namakan kau Senja sebuah nama yang indah agar aku dapat selalu mengingatmu.☀🌙



Sabtu, 30 April 2022

Indonesiaku Kini

 

Karya: Chakra Dewa Agustinus 

Indonesiaku Kini 

Kau masih belum terbangun dalam mimpi 

Mengapa kau selalu berdiam diri 

Apa kau takut terbakar panas matahari 


Indonesiaku cobalah membuka mata 

Jangan hanya mampu tundukan kepala 

Peri bencana tebar pesona 

Pribumi hilang nyawa 


Indonesiaku ku tau kau mampu 

Karna itu ku tak pernah meragu

Satukan pribumimu

Seperti tempo dulu saat melawan para sekutu 

Kuyakin bencana ini pasti cepat berlalu  



Sumber gambar: goodnewsfromindonesia[dot]id

Minggu, 24 April 2022

Orgasme Cabe Rawit Corona

Tak kasat mata
Tikam segala jiwa
Terhempas didalam transfusi infus
Guncang bumi
Robohkan ekonomi
Hanya jarak dalam kebersamaan
Namun tetap satu untuk putuskan rantai pembunuh berdarah dingin ini

Serba salah
Menjadi tambah payah
Segola do'a pun tumpah
Namun semua kehendak allah
Hanya mampu berharap punah sembari menunggu hikmah
Diantara sendi sendi kehidupan sejenak patah

Ya robb
Kuatkan kami
Dan kembalikan seperti dulu lagi
Dalam kebersamaan
Meski kini bagai simalakama
Hanya padamu pusat segala permintaan
Semoga wabah ini segera berakhir
Meski cabe rawit corona telah muntahkan laharnya
Hingga orgamesnya melahap segala nya

Dikutip dari buku Memeluk Ramadhan Bersimbah wabah

 (Bandung: Penerbit Manggu, 2020)


Jumat, 22 April 2022

Oh Ramadhanku


Oh ramadhanku

Dengan menunggumu sebelaas bulan lamanya 

Aku termangu sambil menulis bait bait puisi untukmu 

Dengan harapan kita bisa bertemu


Oh ramadhanku 

Kapan lagi yang tahun lalu terulang kembali 

Suara beduk dan makan kurmamu yang enak sekali 

Kini aku sudah menanti dengan hati yang sudah lama menyendiri 

Ingin kamu menemani dan suara rakyat di masjid sedang mengaji 


Oh ramadhanku 

Ingin ku rasakan kembali hangatmu di malam seribu bulan 

Malam yang sunyi penuh keistimewaan 

Lalu, aku ingin teriakan puji syukur alhamdulillah, wasyukurillah 

Ramadhanmu sangat indah penuh berkah 


Oh ramadhanku 

Aku tenang kabarmu sudah kudengar 

Semoga membuat diri ini semakin tawakkal 

Dan dengan tulus 

Semoga kita dapat syurga firdaus



Puisi Karya Bening Rambaluh Ratri

Dikutip dari buku Memeluk Ramadhan Bersimbah wabah: Oh Ramadhanku halaman 10Penerbit Manggu.

Jumat, 08 April 2022

Sendang Jiwa, Puisi Agus Jatmiko


Sayup-sayup suara bedug itu

Seakan menjadi suara yang paling merdu

Alhamdulillah telah kembali separuh nyawaku

Tidak terpikir rasa lapar yang berkesudahan

Tidak terpikir rasa haus yang terbalaskan

Namun di balik itu ada tasa bangga bisa menahan

Sudah merekah hati ini


Mendengar suara takbir ilahi

Jiwa Ini terperanjat melangkah pergi

Bersimpuh dalam jeritan hati yang rapuh

Bernostalgia dari kedurhakaan yang utuh

Merasa jiwa ini tenggelam di sungai yang keruh

Ramadan dengannya setiap jiwa menjadi tenang

Ramadan dengannya kegelisahan hilang

Mohon maaf atas segala kekhilapan


Puisi Karya Agus Jatmiko*

*)Pemuda Kelahiran Boyolali, Mahasiswa Strata 1 Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Nurul Huda

Dikutip dari Buku Memeluk Ramadan Bersimbah Wabah Antologi Puisi Cinta Negeri, Jumrah dkk. (Penerbit Manggu: Bandung)



Senin, 14 Maret 2022

Ramadhan, Puisi Bening Rambaluh Ratri


Bulan suci yang selalu dinanti

Di seluruh negeriku nusantara

Kini semerbak mewangi

Menjelajah sejuta rasa


Walau begitu banyak halangan

Dan rintangan menghadang

Takkan membuat takut

Untuk menantimu Ramadhan


Betapa hati ini rindu padamu

Rindu akan suasana berbuka puasa

Menikmati sejuta hidangan

Menggoda seleraku


Suara merdu tadarus

Yang mengiris kalbu

Membuatku selalu merasa

Merindu


Ramadhan

Walau mungkin takkan seramai dulu

Tapi aku takkan pernah meragukanmu

Karena hatiku selalu terpatri kepadamu


Puisi Karya Bening Rambaluh Ratri

Dikutip dari buku Memeluk Ramadhan Bersimbah wabah: Antologi Puisi Cinta Negeri, halaman 34, Penerbit Manggu.

Kamis, 10 Maret 2022

Puisi Akrostik "SENYUM" Karya Bening Kusumaningtyas Azzahra


Sukma mengembara di negeri asing

Endapan kata yang terpatri dalam diri

Nawaitu selalu terucap dalam hidup dan kehidupan

Yang mematri dalam Kalam Ilahi

Untukmu yang selalu memaut hati senandungkan salawat kekasih-Nya

Mahabbah; makna hamba berbingkai bahasa hati


Karya: Bening Kusumaningtyas Azzahra, Penyair kelahiran Tasikmalaya, Alumnus Universitas Siliwangi (UNSIL) dan S2 Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut.

Dikutip dari buku Lorong Cinta Sehimpun Puisi Akrostik Tasik Raya, halaman 57, Karya Penulis KGPJB, diterbitkan oleh Penerbit Manggu.




Selasa, 01 Maret 2022

Puisi Indonesiaku Setelah Senja

 

sumber: menurutparaahli.com

Lihatlah

Langitku mendung dirundung duka

Gerah memerah dengan seribu nestapa bisu

Angin tak lagi ingin menaikkan layang-layangku

Sedang anganku enggan turun dari awan

Di sana seribu rindu

Dan sejuta lagu mimpi yang merdu


Siulan senja yang kemarin masih berkumandang

Kini gema syahdu lenyap tertahan hijab gelap

Akar pohonnya seakan tak kuat menahan kesedihan

Derasnya air mata hujan, mengiringi duka lara para perindu

Mengalir ke pangkuan ibu pertiwi

Setelah ini bangkitlah, tajamkan kembali mata garudamu

Menata masa depan dengan tatapan cemerlang


Negeriku,

Bertahanlah, lukamu sedang dijahit oleh do'a

Yang lahir dari tengadah hati para pecinta

Sembuhlah tanahku setelah senja

Sebab sakitmu membawa seribu makna

Menyeru sejuta asa menumbuhkan separuh rasa

Menjadi manusia Indonesia yang sesungguhnya


Puisi karya Jusliadi Akbar Ruhaely

Pria Kelahiran Laikang Kab. Bulukumba. Alumnus MTs GUPPI Gunturu serta lulusan dari STAI AL GAZALI Bulukumba.

Kamis, 17 Februari 2022

Melawan Covid-19



Siapa yang tak kenal denganmu

Engkau muncul tiba-tiba

Tanpa permisi tanpa dulu bersapa

Datangmu membawa duka

Bagi seluruh alam semesta

Berapa banyak nyawa hilang karenamu

Berapa air mata jatuh karenamu

Alat medis hingga dokter spesialis

Tak mampu melawanmu

Pergilah..menjauhlah..dan jangan kembali

Betapa perih, letih dan sedih

Melihatmu hadir di tengah-tengah kami

Taukah kau Covid-19

Banyak orang tersakiti olehmu

Menangis pilu yang menderu-deru

Berharap kamu pulang dan tak mengganggu

Hingga rasa nyaman hidup itu kembali menyatu


Puisi karya Ade Triani



KAMU SUKA BACA PUISI?




Sabtu, 22 Januari 2022

Tentang Sebuah Nama Puisi Karya Jumrah

Sumber Foto: Pexel


Tentang Sebuah Nama

Karya: Jumrah *


 Senja itu...

Aku terbangun dan tertegun

Melihat dan mendengar seruan nama itu

Apakah gerangan saat ini kawan

Bumiku yang begitu indah nan tenang\Kini bak hujan meteor

Gambar demi gambar

Tulisan demi tulisan

Nyanyian demi nyanyian

Menjadi hiburan beranda

Menjadi bahan canda

Yang mengisi hari-hariku kini kawan

Ingatlah kalian

Dari satu nama menjadi lima

Saat lima menjadi puluhan

Saat puluhan menjadi ratusan

Bahkan menembus ribuan nama


Ya, itulah yang kini menghiasi dunia kita

Membuat kita harus membisu

Menjadikan harta tanpa kawan kita

Menjadikan tulisan pengantar salam rindu


Entah kapan pertiwi bisa merona lagi

Melirik tawa para anak bangsa ini

Melihat mereka pejuang medis kembali ke rumah

Melihat para pejuang ilmu kembali senyum merekah


* Penulis adalah Alumnus Universitas Hasanuddin yang kini menjadi pengajar di program studi Kebidanan Universitas Megarezky Makassar.