Di sebuah kosan yang kipasnya bunyinya kayak mesin pesawat mau take off, hiduplah dua mahasiswa tingkat akhir: Bimo dan Raka. Status mereka sama—skripsi on progress—bedanya, progress-nya lebih sering di grup WA daripada di laptop.
Suatu pagi (yang sebenarnya udah jam 11 siang), Bimo bangun sambil panik.
“RAK, HARI INI BIMBINGAN!”
Raka yang masih pelukan sama guling menjawab, “Tenang, bro. Dosen juga manusia… suka lupa.”
Mereka pun duduk depan laptop. Bimo buka file skripsi, Raka buka… YouTube.
“Lu ngapain nonton?” tanya Bimo.
“Nyari inspirasi, bro. Judul videonya ‘Belajar Fokus 10 Jam’,” kata Raka sambil skip ke komentar.
Jam bimbingan tiba. Mereka berangkat ke kampus dengan ekspresi sok siap, padahal isi kepala kosong kayak saldo akhir bulan. Di depan dosen, Bimo presentasi penuh percaya diri.
“Jadi, Pak, metodologi penelitian saya itu… eh…”
Raka langsung nyeletuk, “Inovatif, Pak. Belum pernah ada.”
Dosen mengangguk pelan. “Belum pernah ada… karena belum dikerjakan.”
Sepulangnya, mereka duduk di warung kopi.
“Rak, kayaknya kita harus serius,” kata Bimo.
Raka mengangguk mantap. “Setuju. Mulai besok.”
“Besok kapan?”
“Besok yang vibes-nya tepat.”
Dan begitulah, dua mahasiswa tingkat akhir tetap berjuang—antara skripsi, rebahan, dan janji palsu ke diri sendiri.
#MahasiswaAkhir
#SkripsiLife
#PejuangWisuda
#AnakKos
#GaulTapiLulusKapan
#BimbinganAtauBimbang

0 Komentar