Udah Lama Jadi Dosen, Tapi Belum Pernah Nulis Buku: Sebuah Fenomena Akademik yang Agak Aneh

Di dunia kampus, ada satu fenomena yang kadang bikin mahasiswa mengernyitkan dahi: dosen yang sudah mengajar belasan tahun, hafal jadwal rapat fakultas, tahu lokasi semua colokan listrik di ruang dosen, tapi… belum pernah menulis buku. Iya, buku. Yang ada ISBN-nya. Yang bisa dipajang di rak perpustakaan dengan bangga.

Padahal, setiap semester beliau menjelaskan teori yang sama, slide yang sama, bahkan contoh kasus yang sama sejak zaman mahasiswa masih pakai flashdisk 512 MB. Mahasiswa pun sering berpikir diam-diam, “Pak, materi kuliah ini sebenarnya sudah cukup jadi buku, lho.”

Menjadi dosen tentu bukan pekerjaan ringan. Ada kelas, ada penelitian, ada bimbingan skripsi, ada rapat yang kadang lebih panjang dari durasi film epik. Semua itu memang bagian dari kehidupan akademik yang tidak terpisahkan dari semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi. Namun justru di situlah letak pertanyaannya: kalau ilmu sudah diajarkan bertahun-tahun, kenapa belum juga ditulis menjadi buku?

BACA JUGA: Tugas dan Fungsi Dosen di Kampus

Kadang alasannya klasik: belum sempat. Padahal, kalau dihitung-hitung, waktu menjelaskan materi yang sama di kelas selama sepuluh tahun mungkin sudah cukup untuk menulis tiga buku tebal. Ada juga yang merasa menulis buku itu pekerjaan “berat”, seolah harus menunggu inspirasi turun dari langit akademik. Padahal, sering kali buku ajar terbaik justru lahir dari catatan kuliah yang sederhana.

Fenomena ini sebenarnya cukup lucu jika dipikirkan. Dosen yang setiap hari mendorong mahasiswa menulis makalah, membuat laporan praktikum, bahkan mengerjakan skripsi ratusan halaman, tapi dirinya sendiri masih berkata, “Nanti saja kalau ada waktu saya menulis buku.” Waktu yang dimaksud itu entah kapan datangnya, mungkin setelah semua rapat selesai atau setelah kopi di ruang dosen berubah menjadi teori baru.

Padahal menulis buku bukan hanya soal prestise akademik. Buku adalah cara ilmu pengetahuan bertahan lebih lama daripada satu semester perkuliahan. Jika mengajar hanya menjangkau satu kelas, buku bisa menjangkau generasi mahasiswa yang bahkan belum lahir saat dosen itu pertama kali mengajar.


Jadi, kalau ada dosen yang sudah lama mengajar tapi belum pernah menulis buku, mungkin ini saatnya berhenti berkata “nanti”. Karena siapa tahu, materi kuliah yang selama ini ada di slide PowerPoint sebenarnya hanya sedang menunggu satu hal sederhana: dipindahkan ke halaman buku.

Dan siapa tahu juga, mahasiswa yang selama ini mencatat dengan serius diam-diam sudah siap menjadi pembaca pertama.

#DosenMenulis #SatirAkademik #DuniaKampus #CeritaDosen #TriDharmaPerguruanTinggi #HumorAkademik #MenulisBuku #LiterasiKampus #KehidupanDosen

0 Komentar