Dunia perkuliahan itu ibarat game RPG. Mahasiswa baru (maba) adalah karakter level 1 dengan outfit masih kinclong, sedangkan mahasiswa tingkat akhir adalah karakter level tinggi—armornya penuh bekas luka, ekspresinya lelah, tapi skill bertahan hidupnya luar biasa.
Artikel ini akan mengupas perbedaan mahasiswa baru dan mahasiswa tingkat akhir secara naratif, sedikit satir, dan dijamin bikin senyum—atau ketawa pahit karena relate 😌
Soal Penampilan: Fresh vs Fungsional
Mahasiswa Baru
Maba datang ke kampus seperti mau casting iklan. Sepatu putih masih suci, tas rapi, kemeja disetrika, rambut klimis. Masuk kelas masih mikir,
“Kesan pertama itu penting.”
Mahasiswa Tingkat Akhir
Penampilan bukan lagi soal gaya, tapi efisiensi. Kaos almamater yang warnanya sudah “abu-abu kenangan”, sandal jepit, tas penuh kertas skripsi. Prinsip hidupnya sederhana:
“Yang penting dosen nggak marah.”
Semangat Kuliah: Menggebu vs Bertahan Hidup
Mahasiswa Baru
Datang 15 menit sebelum kelas, duduk di barisan depan, mencatat semua kata dosen—termasuk bercandanya. Masih percaya mitos:
“IPK tinggi = masa depan cerah.”
Mahasiswa Tingkat Akhir
Datang pas dosen buka slide, duduk di belakang dekat colokan. Fokus utama bukan nilai, tapi:
“Yang penting lulus, sehat, dan nggak gila.”
Cara Bertanya di Kelas
Mahasiswa Baru
Angkat tangan penuh percaya diri:
“Izin bertanya, Pak, apakah teori ini bisa diaplikasikan dalam konteks global?”
Mahasiswa Tingkat Akhir
Angkat tangan dengan hati-hati:
“Pak, tugasnya dikumpulkan minggu ini atau bisa minggu depan?”
Prioritas sudah berubah. Idealismenya masih ada, tapi lagi cuti panjang.
Hubungan dengan Dosen
Mahasiswa Baru
Dosen adalah figur yang sangat ditakuti. Ketemu di kantin langsung nunduk, pura-pura main HP, bahkan lupa nama sendiri.
Mahasiswa Tingkat Akhir
Dosen pembimbing adalah “teman hidup sementara”. Chat WA lebih intens daripada chat gebetan:
“Selamat pagi Pak, izin mengingatkan revisi bab 3 🙏”
Kalau belum dibalas? Bukan panik, tapi pasrah.
Urusan Tugas
Mahasiswa Baru
Tugas dikerjakan H-7. Font diatur, margin presisi, cover estetik. Plagiarisme? Haram hukumnya.
Mahasiswa Tingkat Akhir
Tugas dikerjakan H-1 jam. Yang penting ada isi, relevan, dan Turnitin aman. Font?
“Times New Roman? Ya sudah, itu saja.”
Lingkaran Pertemanan
Mahasiswa Baru
Punya banyak circle: circle kelas, circle organisasi, circle nongkrong, circle sok sibuk.
Mahasiswa Tingkat Akhir
Lingkaran pertemanan menyempit secara alami. Isinya orang-orang yang sama-sama stres skripsi. Topik obrolannya:
- Sudah bimbingan belum?
- Bab berapa?
- Kapan lulus?
Romantis? Tidak. Solid? Banget.
Impian dan Realita
Mahasiswa Baru
Punya mimpi besar: lulus cepat, kerja di perusahaan top, hidup mapan sebelum umur 25.
Mahasiswa Tingkat Akhir
Mimpinya lebih realistis:
“Lulus tahun ini aja dulu, Tuhan.”
Semua Akan Sampai Fase Itu
Perbedaan mahasiswa baru dan mahasiswa tingkat akhir bukan soal rajin atau malas, tapi hasil evolusi mental. Maba itu polos, penuh harapan. Mahasiswa tingkat akhir itu matang—sedikit sinis, tapi tangguh.
Kalau kamu masih maba, nikmati kepolosan itu.
Kalau kamu sudah tingkat akhir, tenang… kamu nggak sendirian 🤝
#PerbedaanMahasiswa#MahasiswaBaru
#MahasiswaTingkatAkhir
#KehidupanMahasiswa
#SkripsiLife
#CeritaKampus
#MahasiswaIndonesia
#ArtikelMahasiswa
#HumorMahasiswa

0 Komentar