Mahasiswa Lebih Senang Beli Buku Online atau Offline?

Sore itu, di sudut kosan yang WiFi-nya kadang lebih emosional daripada hubungan LDR, seorang mahasiswa duduk sambil menatap layar HP. Di tangannya bukan chat gebetan, tapi halaman toko buku online. Di kepalanya muncul dilema klasik anak kampus: beli buku online aja atau sekalian ke toko buku offline, ya?


Di sisi lain kota, ada juga mahasiswa yang lagi keliling toko buku offline. Masuk cuma niat lihat-lihat, keluar bawa tiga buku dan dompet yang mendadak kurus. Katanya sih “khilaf”, padahal hatinya memang gampang luluh sama aroma buku baru.

Mahasiswa zaman sekarang hidup di dua dunia. Dunia online yang serba cepat, dan dunia offline yang penuh pengalaman. Beli buku online itu rasanya praktis banget. Tinggal rebahan, scroll, bandingin harga, baca ulasan, klik beli, selesai. Cocok buat mahasiswa yang prinsip hidupnya “kalau bisa sambil tiduran, kenapa harus berdiri?”. Apalagi kalau lagi tanggal tua, diskon dan gratis ongkir terasa seperti pertolongan pertama pada dompet yang sekarat.

Tapi jangan remehkan pesona beli buku offline. Ada kepuasan tersendiri saat menyentuh sampul buku, bolak-balik halaman, dan sok bijak baca sinopsis padahal ujung-ujungnya beli karena cover-nya estetik. Toko buku offline itu kayak tempat healing versi anak intelektual. Datang dengan kepala penuh tugas, pulang bawa buku dan perasaan “aku mahasiswa serius”.

Secara tidak sadar, pilihan beli buku juga mencerminkan karakter. Yang suka online biasanya efisien, sat-set, dan nggak mau ribet. Yang suka offline biasanya romantis, suka suasana, dan percaya kalau jodoh buku bisa ketemu lewat tatapan pertama di rak novel. Tidak ada yang salah. Yang salah itu kalau ngakunya mahasiswa tapi anti beli buku sama sekali, alasannya “nanti juga ada PDF”. Iya, ada. Tapi PDF sering cuma jadi penghuni setia folder Downloads yang nggak pernah dikunjungi.

Faktanya, mahasiswa hari ini makin fleksibel. Kadang online, kadang offline. Butuh cepat? Online. Lagi pengin jalan sambil mikir skripsi? Offline. Intinya bukan soal di mana belinya, tapi kemauan buat baca dan belajar. Buku yang dibeli, mau lewat layar atau rak kayu, tetap punya satu tujuan: bikin otak nggak cuma diisi meme.

Nah, buat kamu yang pengin beli buku tanpa drama, tanpa ribet, tapi tetap pengin koleksi bacaan berkualitas, sekarang nggak perlu galau. Kamu bisa cek Manggu Store. Mau beli buku secara online? Bisa. Mau ngerasain vibes toko buku? Juga bisa. Tinggal pilih sesuai mood dan kondisi dompet. Buku akademik, bacaan umum, sampai buku yang bikin kamu kelihatan pinter di Instagram—semuanya ada.

Jadi, mahasiswa lebih senang beli buku online atau offline? Jawabannya: tergantung situasi, tapi yang penting tetap beli buku. Karena ilmu nggak akan datang sendiri, apalagi cuma lewat niat baik dan rebahan.

Yuk, mulai isi rak bukumu sekarang. Dompet boleh tipis sesaat, tapi wawasan tebalnya jangka panjang. Langsung mampir dan belanja buku favoritmu di Manggu Store. Jangan tunggu jadi “mahasiswa senior yang nyesel kenapa dulu jarang beli buku”.

#MahasiswaMembaca #BeliBuku #BukuOnline #BukuOffline #AnakKampus #LiterasiAnakMuda #MangguStore #CeritaMahasiswa

0 Komentar