Bulan puasa sering dianggap sebagai momen paling menantang bagi mahasiswa. Bayangkan saja, perut lagi kosong, tenggorokan kering, tapi tugas kuliah tetap berdatangan tanpa rasa iba. Meski begitu, mahasiswa di bulan puasa tetap produktif menjalani kuliah dan ibadah dengan caranya sendiri. Kuncinya bukan cuma soal kuat nahan lapar, tapi juga pintar mengatur energi, waktu, dan niat.
Di pagi hari, perjuangan biasanya sudah dimulai sejak sahur. Alarm berbunyi, mata masih setengah terpejam, tapi harus bangun demi sepiring nasi dan segelas air. Setelah sahur dan subuh, mahasiswa biasanya dihadapkan pada dilema klasik, lanjut tidur atau langsung siap kuliah. Banyak yang memilih tidur sebentar lagi dengan harapan otak tetap segar saat kelas dimulai, meski kenyataannya kadang ikut kelas sambil melawan kantuk yang beratnya seperti deadline skripsi.
Masuk jam kuliah, suasana kelas saat bulan puasa punya vibe tersendiri. Dosen menjelaskan materi dengan serius, sementara mahasiswa berusaha fokus sambil berdoa agar jam cepat menunjukkan waktu zuhur. Walaupun energi terasa menurun, banyak mahasiswa justru merasa lebih tenang dan fokus karena suasana puasa membuat emosi lebih terkontrol. Ngantuk boleh, lapar iya, tapi niat belajar tetap jalan.
Soal produktivitas, mahasiswa di bulan puasa biasanya jadi lebih selektif mengatur waktu. Tugas dikerjakan lebih awal supaya malam bisa dipakai untuk ibadah atau istirahat. Waktu menjelang berbuka sering jadi momen paling produktif, entah itu menyelesaikan tugas kelompok atau membaca materi kuliah sambil menunggu adzan. Bonusnya, setelah adzan magrib, rasa lelah langsung kalah oleh euforia berbuka puasa.
Ibadah juga tetap jadi prioritas di tengah kesibukan kuliah. Sholat tepat waktu, tadarus, sampai tarawih jadi agenda rutin yang justru bikin hati lebih tenang. Banyak mahasiswa merasa bulan puasa adalah waktu yang pas untuk menata ulang kebiasaan, dari yang biasanya suka menunda tugas jadi lebih disiplin, walau tetap saja ada yang mengerjakan tugas H-1 dengan alasan “ini ujian iman”.
Pada akhirnya, mahasiswa di bulan puasa tetap produktif menjalani kuliah dan ibadah dengan segala cerita uniknya. Ada lelah, ada ngantuk, ada lapar, tapi semua terbayar dengan rasa puas karena bisa bertahan dan tetap jalanin tanggung jawab. Bulan puasa bukan alasan untuk malas, justru jadi momen pembuktian kalau mahasiswa bisa kuat, adaptif, dan tetap waras meski hidup berdampingan dengan deadline dan jadwal kuliah.
#mahasiswaberpuasa #mahasiswabulanpuasa #kuliahdibulanpuasa #ceritamahasiswa #ramadanmahasiswa #anakampus #puasatetapproduktif


0 Komentar