Kamis, 28 Juli 2022

4 Tipe Mahasiswa Saat Dapat Tugas dari Dosen, Kamu Tipe Yang Mana?

MANGGUMEDIA.COM -- Kalau nanti kamu jadi mahasiswa jangan heran akan banyaknya tugas-tugas kuliah. Bahkan kamu harus siap berhadapan dengan banyaknya deadline yang membuatmu harus mengurangi jatah tidur.

Uniknya ada saja kelakuan mahasiswa yang bikin geleng-geleng kepala saat menghadapi tugas kuliah. Apa saja tipe mahasiswa ketika mengahadapi tugas kuliah? Berikut bisa kamu simak informasi selengkapnya di bawah ini.

1. Langsung Kerjakan Langsung Selesai

Mahasiswa seperti ini bisa dibilang rajin tingkat tinggi. Beberapa mereka mungkin beralasan bahwa dengan cepat mengerjakan mereka akan bebas memikirkan deadline. Bisa juga karena tipe mahasiswa seperti ini memiliki banyak kegiatan organisasi sehingga mengharuskan mereka untuk mengahadapi tugas kuliah mereka dengan super cepat. Wah, salut ya, hehe.

Yeni Rahayu, mahasiswi Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB) Bandung.
Pemenang Program Beasisawa Penerbit Manggu

2. Tunda Dulu

Tipe mahasiswa yang kedua adalah mahasiswa yang ketika menghadapi tugas mereka terbiasa menunda-nunda. Biasanya mahasiswa tipe ini tidak pasti dalam menentukan waktu kapan mereka akan mengerjakan tugas. Alasannya pun beragam bisa karena faktor malas, kelelahan atau karena lagi memang belum niat buat kerjakan tugas.

3. Deadliner

Berbeda dengan seorang penunda, seorang deadliner sudah menentukan waktu pengerjaan tugas yakni saat akhir-akhir pengumpulan tugas. Biasanya mahasiswa tipe deadliner ini akan mengerjakan tugas sampai rela begadang, lho. Mahasiswa tipe deadliner akan terlihat begitu santai di awal-awal namun pada akhirnya mereka akan menjadi yang paling panik ketika masa-masa deadline.

4. Cari Teman Sepenanggungan

Apakah kamu termasuk yang suka kerja sama kalau mau kerjakan tugas? Kalau iya berarti kamu termasuk tipe mahasiswa yang keempat. Biasanya diantara mereka ada sosok yang dikenal pintar dan suka berbagi. Oleh karena itulah tipe mahasiswa ini tidak bisa dipisahkan kalau lagi ada tugas.


Nah, kamu masuk tipe mahasiswa yang mana, nih kalau lagi kerjakan tugas? Semua tipe di atas sebenarnya baik untuk kamu tiru asalkan jangan sampai kamu melepas tanggung jawab atas tugas-tugas kuliahmu. Dalam artian kamu sebagai mahasiswa harus mengerjakan tugas kuliahmu dengan jujur, tidak melakukan plagiat, meminta pertolongan teman apabila ada tugas yang tidak kamu pahami bukan malah minta jawaban. Selain itu, usahakan kerjakan tugas sesegera mungkin jika kamu benar-benar tidak memiliki kendala.

SUKA NULIS ARTIKEL? DAPATKAN UANG TUNAI RATUS RIBU




Rabu, 27 Juli 2022

Kuliah Jurusan Bahasa, Ini Yang Akan Kamu Pelajari

 


MANGGUMEDIA.COM -- Bahasa merupakan elemen komunikasi yang tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari. Mempelajari bahasa tidak hanya sebatas mampu mengeja huruf demi huruf saja. Sebab ilmu bahasa memiliki lingkup bahasan yang sangat luas dan mendalam. Kamu bisa mempelajarinya dengan memilih jurusan bahasa di bangku perguruan tinggi.

Kamu akan banyak mempelajari seluk beluk dunia bahasa diantaranya pembahasan tentang ilmu fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik. Lalu apa saja hal yang akan kamu pelajari dari beberapa bagian ilmu bahasa ini? Berikut adalah beberapa bahasan yang akan kamu pelajari di dalam jurusan bahasa.

1. Belajar Bunyi Bahasa dan Fonologi

Fonologi merupakan ilmu yang mempelajari bunyi-bunyi dalam bahasa. Ilmu Fonologi bisa dikatakan sebagai ilmu paling dasar dalam kajian ilmu linguistik. Sebelum mempelajari pembentukan kata, kamu biasanya akan mempelajari ilmu fonologi terlebih dahulu. Contohnya, ketika kita mempelajari kata “apel”, maka ada dua makna yang akan kita ketahui yakni bisa bermakan  jenis buah atau bermakna upacara.

2. Morfologi

Berbeda dengan ilmu morfologi yang kita temui dalam kelas biologi. Morfologi dalam jurusan bahasa mempelajari tentang pembentukan kata beserta seluk beluk kata dasar dan turunan. Pelajaran ini bisa dibilang cukup rumit sebab nanti akan dipelajari struktur kata dengan sangat dalam. Namun jangan khawatir, meskipun rumit pelajaran ini terbilang seru dan menyenangkan.

BACA JUGA:

Jurusan Kuliah Ini Sepi Peminat Padahal Peluang Kerja Besar, Yakin

3. Sintaksis

Pada bagian ini kamu akan mempelajari terkait tata kalimat atau gabungan unsur sintaksis. Unsur sintaksis ini meliputi frasa, kata dan klausa. Kamu juga akan belajar bagaimana  menganalisis struktur kalimat sebagaimana seorang peneliti. Bahasan seperti subjek, predikat dan objek tentu juga akan ketahui lebih jauh di dalam jurusan ini.

4. Semantik

Bagian pelajaran ini kamu akan diajarkan bagaimana menelaah bahasa. Dalam artian kamu akan menganalisis konsep dengan lambang bahasa yang dirujuk. Berdasarkan objek penelitiannya, ada empat macam yang akan kamu pelajari yakni semantik gramatikal, semantik sintaksikal, semantik leksikal, dan semantik maksud.

Artikel Terkait Lainnya:

Langkah-langkah Proses Manajemen Risiko

 


MANGGUMEDIA.COM --Di dalam manajemen risiko, ada Langkah-langkah yang harus diperhatikan dan diambil oleh seorang pengambil keputusan atau stakeholders di dalam perusahaan dalam menangani sebuah risiko. Langkah tersebut yaitu Langkah identifikasi risiko, analisa risiko, pengelolaan risiko, implementasi manajemen risiko, dan Langkah monitoring risiko.

1. Langkah Identifikasi Risiko

Proses ini meliputi identifikasi kerugian yang mungkin terjadi dalam suatu aktivitas. Aspek penting dalam identifikasi risiko adalah mendaftar kemungkinan kerugian yang mungkin terjadi sebanyak mungkin.

Teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi risiko antara lain :

a. Brainstorming

b. Survei

c. Wawancara

d. Informasi historis

e. Kelompok kerja

2. Langkah Analisa Risiko

Tahap selanjutnya adalah mengukur risiko (measurement) dengan cara melihat sebarapa besar terjadinya severity (kerusakan) dan probabilitas terjadinya risiko tersebut. Pada tahap ini sangat penting untuk menentukan dugaan yang terbaik agar nantinya dapat memprioritaskan dengan baik dalam implementasi perencanaan manajemen risiko.

BACA JUGA:

Komponen Manajemen Risiko

3. Langkah Pengelolaan Risiko

Pengelolaan risiko yang baik akan memberikan dampak positif terhadap pencegahan kerusakan yang terjadi akibat ketidakpastian.

Jenis-jenis untuk mengelola risiko, di antaranya :

a. Risk avoidance adalah untuk tidak melakukan aktivitas yang mengandung risiko sama sekali

b. Risk reduction adalah metode yang mengurangi kemungkinan terjadinya suatu risiko atau mengurangi dampak kerusakan yang dihasilkan oleh suatu risiko

c. Risk transfer adalah risiko kepada pihak lain.

d. Risk deferral adalah meliputi menunda aspek suatu proyek sehingga saat dimana probabilitas terjadinya risiko tersebut kecil.

e. Risk retention adalah risiko tertentu dapat dihilangkan dengan cara mengurangi maupun mentransfer, namun beberapa risiko harus tetap diterima sebagai bagian penting dari aktivitas.


4. Langkah Implementasi Manajemen Risiko

Proses implementasi risiko adalah tahap dimana strategi dan semua perencanaan dilaksanakan. Yang terpenting adalah harus memberikan keputusan untuk memilih mana yang akan ditetapkan untuk diimplementasikan.

 5. Langkah Monitoring Risiko

Penting untuk melakukan monitoring proses dari awal, dimulai dari identifikasi risiko dan pengukuran risiko untuk mengetahui keefektifan respon yang telah dipilih serta untuk mengidentifikasi adanya risiko baru yang mungkin akan muncul bahkan perubahan respon.

Sumber Bacaan: 

Sabtu, 23 Juli 2022

Minat Kuliah Bidang IT, Apa Saja Jurusannya?


MANGGUMEDIA.COM -- Ilmu Komputer dan Teknik Informatika (TI) termasuk salah satu bidang populer di banyak kalangan. Pesatnya perkembangan teknologi masa kini membuat peluang besar bagi lulusan IT untuk diterima di sejumlah lowongan kerja. Soal gaji pun tidak usah ditanya. Mereka yang bekerja di bidang IT kebanyakan mendapatkan penghasilan di atas rata-rata.

Ada banyak hal yang bisa kamu pelajari dari dunia IT ini di antaranya tentang pemograman, logika, matematika, algoritma, pembuatan software dan sebagainya. untuk jurusan kuliah sendiri, jika kamu berminat di bidang IT kamu bisa melihat daftar jurusan terkait IT pada daftar berikut ini.


 
1. Teknik Informatika

Jurusan teknik informatika ini biasa disingkat dengan TI atau juga informatic engineering. Seorang lulusan Teknik Informatika ini memiliki keahlian dalam merancang desain serta implementasi sistem komputer, baik hardware maupun software.

2. Jurusan Ilmu Komputer

Komputer merupakan alat teknologi canggih yang dirancang begitu rumit. Mulai dari perangkat keras hingga perangkat lunak di dalamnya. Oleh karena itulah, nanti kamu akan mempelajari berbagai teori serta konsep hingga pengembangan ilmu komputer.

BACA JUGA:

3. Teknologi Ilmu Komputer

Pada jurusan ini kamu akan mempelajari bagaiamana cara merancang, mengimplementasikan, melakukan konfigurasi, serta merawat infrastruktur yang berkaitan dengan teknologi komputer.

4. Teknik Komputer Jaringan

Pada jurusan ini kamu nantinya kamu akan lebih fokus untuk mendalami mengenai jaringan-jaringan internet. Jaringan internet ini berguna untuk koneksi internet diberbagai perangkat komputer.

5. Rekayasa Perangkat Lunak

Jurusan kuliah terkait IT selanjutnya yang bisa kamu pilih yaitu jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) atau bahasa kerennya disebut dengan software engineering. Kamu akan memiliki keahlian dalam mengelola dan mengembangkan software dalam skala besar.


 Demikian itu tadi beberapa jurusan kuliah yang berhubungan dengan bidang IT atau Ilmu Komputer dan Teknik Komputer. Jika berminat kamu bisa banget untuk memilih jurusan kuliah yang direkomendasikan di atas.

MAU KULIAH DAPAT BEASISWA? 
DAFTAR PROGRAM INI!

Jumat, 22 Juli 2022

Kuliah Sambil Magang, Ini Manfaat Yang Akan Kamu Dapatkan



MANGGUMEDIA.COM -- Tidak mudah memang mengambil progam magang di tengah sibuknya perkuliahan. Akan tetapi, kalau kamu tahu apa saja manfaatnya bisa tidak sampai hati untuk kamu menolaknya.

Tidak hanya mendapatkan gaji setiap bulannya, kamu juga akan mendapatkan ilmu, pengalaman, relasi dan banyak lagi. Nah, lalu apa lagi manfaat yang akan kamu dapatkan ketika kamu memilih kuliah sambil magang? Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

1. Merasakan Dunia Kerja

Beberapa progam magang ada yang memberikan gaji kepada karyawan namun ada juga yang tidak menerapkannya. Akan tetapi, hal itu tidaklah lebih penting dibandingkan dengan pengalaman kerja yang akan kamu dapatkan nanti.

BACA JUGA:

Meniti proses di dunia magang bisa memberikanmu banyak pengalaman sebelum masuk dunia kerja yang sesungguhnya. Kamu bisa jadi lebih profesional dalam bekerja dan pastinya bisa dipandang lebih ahli dibandingkan mereka yang melamar kerja tanpa memiliki pengalaman kerja.

2. Mengetahui Kelebihan dan Kekurangan

Selama kamu menjalani proses magang, perlahan kamu bisa mengetahui di mana letak kelebihan dan kekuranganmu. Misalnya, seberapa bagus kamu dalam berkomunikasi, seberapa jujur kamu dalam mengemban amanah, apakah kamu seorang yang disiplin, bertanggung jawab dan pantang menyerah dan banyak hal lagi.



3. Menguasai Keterampilan Baru

Ketika memasuki dunia magang kamu bisa memilih perusahaan dan bidang yang berbeda dari yang kamu pelajari di kampus. Kamu juga bisa memilih mendalami bidang yang kamu sukai di progam magang. Dengan begitu kamu bisa belajar mengasah keterampilan yang bisa menjadi bekal di masa depanmu terutama dalam dunia kerja.

Jadi bagaimana, apakah kamu sudah yakin untuk mengambil progam magang? Meskipun begitu, kamu harus tetap ingat untuk tidak mengesampingkan kuliahmu. Bagaimana pun kuliahmu saat ini tetap prioritas. Kamu hanya harus bisa mengatur bagaimana kehidupan kuliah dan progam magangmu tetap seimbang.

Artikel Terkait Lainnya:


Komponen Manajemen Risiko

 


MANGGUMEDIA.COM -- Ada beberapa komponen atau tahapan dalam proses manajemen risiko perusahaan, yaitu:

1. Sasaran Penilaian Risiko

Risk assessment adalah penilaian suatu risiko dengan cara membandingkannya terhadap tingkat atau kriteria risiko yang telah ditetapkan. Penilaian risiko juga bisa diartikan sebagai suatu proses pemeriksaan keamanan dengan suatu struktur tertentu, pembuatan suatu rekomendasi khusus, dan rekomendasi pengambilan keputusan dalam suatu proyek dengan menggunakan analisis risiko, perkiraan risiko, dan informasi lain yang memiliki potensi untuk mempengaruhi keputusan.

Penilaian risiko dilakukan setelah analisis risiko dilakukan. Analisis risiko diperlukan untuk menganalisis seberapa besar risiko yang akan terjadi. Setelah analisis risiko dilakukan, selanjutnya adalah menilai risiko tersebut, apakah risiko tersebut termasuk risiko besar atau kecil. Sebelum sumber risiko diriset, Anda perlu menentukan sasaran objektif kenapa risk assessment dilakukan. Beberapa contoh sasarannya misalnya mencegah fraud, melindungi perusahaan dari piutang tak tertagih, dan sebagainya.

2. Lingkungan yang Berpotensi Memunculkan Risiko

Setiap divisi dalam bisnis Anda punya jenis risiko berbeda-beda, sehingga Anda juga perlu menyiapkan strategi manajemen risiko perusahaan yang beragam pula.

BACA JUGA: 

Definisi Risiko Menurut Para Ahli

3. Identifikasi Peristiwa Penyebab Risiko

Setelah menentukan lingkungan sumber risiko, berikutnya adalah mengidentifikasi peristiwa penyebab risiko tersebut terjadi. Misalnya, risk assessment di area produksi. Kemungkinan peristiwa penyebab risiko di area produksi misalnya kecelakaan kerja, kesalahan pengolahan bahan baku, dan sebagainya.

4. Valuasi Jenis Risiko

Menentukan valuasi atau leveling dari tiap jenis risiko yang ada merupakan komponen yang penting dalam manajemen risiko. Valuasi ini dapat Anda putuskan berdasarkan dua hal, yaitu frekuensi terjadinya dan tingkat kerugian. Berdasarkan frequency, jenis risiko adalah:

a. Kemungkinan sering terjadi (most probable)

b. Kemungkinan terjadi (probable)

c. Kemungkinan kadang terjadi (fair)

d. Kemungkinan kecil terjadi (slight)

e. Kemungkinan tidak terjadi (improbable)

 

Program Beasiswa Tahun 2022 Khusus Mahasiswa Tingkat Akhir. Daftar!

Berdasarkan tingkat kerugian atau severity-nya, jenis risiko yaitu:

 a. Bencana (catastrophic)

b. Kerugian tinggi (high loss)

c. Kerugian sedang (medium loss)

d. Kerugian rendah (low loss)

e. Dapat diabaikan (negligible)

 

5. Pengambilan Keputusan Atas Risiko

Proses pengambilan keputusan merupakan salah satu komponen manajemen risiko yang keberadaannya sangat penting. Setelah jenis risiko dan valuasinya ditemukan, perusahaan bisa membuat kebijakan atau mengambil tindakan sesuai jenis risiko tersebut. Beberapa keputusan yang bisa diambil dari proses manajemen risiko perusahaan misalnya mengawasi, memindahkan, atau langsung melenyapkan sumber risiko.

6. Dokumentasi Proses Manajemen Risiko

Meski saat ini sudah ditangani, ada kemungkinan risiko mengalami relapse atau terjadi lagi di masa depan. Oleh karena itu, perusahaan perlu membuat dokumentasi untuk tiap penanganan risiko yang dilakukan.

7. Menginformasikan Risiko pada Stakeholder

Proses manajemen risiko perusahaan idealnya perlu diketahui setiap stakeholder bisnis Anda, minimal stakeholder yang berkaitan langsung dengan risiko. Penginformasian risiko ini bisa dilakukan melalui rapat koordinasi atau penyerahan dokumentasi penanganan risiko pada stakeholder terkait.

 Dalam COSO ERM, manajemen risiko memiliki beberapa komponen dan proses di dalamnya, yaitu:

1. Lingkungan internal (internal environment)

2. Penentuan sasaran (objective setting).

3. Identifikasi peristiwa (event identification).

4. Penilaian risiko (risk assessment)

5. Informasi dan komunikasi (information and communication)

6. Pemantauan (monitoring)

Demikianlah penjelasan lengkap tentang pengertian komponen manajemen risiko. Manajemen risiko adalah salah satu aktivitas yang tidak dapat dipisahkan dari proses bisnis. Pastikan Anda terus mempelajarinya. 


Sumber Bacaan: 

Gatot Iwan Kurniawan dan Mirza H YunelineManajemen Risiko (Bandung: Penerbit Manggu Makmur Tanjung Lestari, 2019)

Artikel Terkait Lainnya:

Kamis, 21 Juli 2022

Sejarah Perkembangan Sistem Desentraliasi pada Masa Demokrasi Terpimpin

 


MANGGUMEDIA.COM -- Lahirnya masa demokrasi terpimpin ditandai dengan keluarnya dekrit presiden 5 Juli 1959. Dengan adanya dekrit presiden tersebut menandakan bahwa UUDS 1950 tidak berlaku lagi dan kembali ke UUD 1945. Dengan demikian, kekuasaan pemerintahan berada pada presiden, sistem presidensial kembali berlaku. Artinya, kewenangan presiden dalam mengatur pemerintahan sangat penuh dan besar.

Dengan kewenangan yang dipegangnya, Presiden Sukarno kemudian menetapkan undang-undang operasional pemerintah menjadi revolusioner dengan berbagai simbol-simbol perjuangan, seperti manifesto politik.

BACA JUGA:

Pengertian Desentralisasi Fiskal

Untu mencapai tujuan politiknya, Presiden Sukarno melakukan konsolidasi secara internal melalui penyesuaian-penyesuaian struktur pemerintahan dari pusat sampai daerah. Dalam konteks konsolidasi tersebut, Presiden Sukarno kemudian menerbitkan dua peraturan, yaitu Penetapan Presiden No. 6 Tahun 1959 dan Penetapan Presiden No. 5 Tahun 1960.

Salah satu Penetapan Presiden yang mendapatkan perhatian dari Presiden Sukarno adalah mereposisi hubungan pusat dan daerah. Yakni, mencabut UU No. 1 Tahun 1957 dan menetapkan Penerapan Presiden No. 6 Tahun 1959 dan No. 5 Tahun 1960. Salah satu alasan yang menjadi pertimbangan adalah UU No. 1 Tahun 1957 dianggap produk  undang-undang yang lahir dari sistem yang liberal dan kenyataannya tidak sesuai dengan kehidupan politik yang berkembang dalam kontek demokrasi terpimpin.

 


Referensi:

Rabina Yunus, Sistem Keuangan Daerah (Bandung: PenerbitManggu Makmur Tanjung Lestari, 2021)

Daftar di sini!

Artikel Terkait Lainnya:

Rabu, 20 Juli 2022

Serba-Serbi Kuliah Jurusan Ilmu Komputer

 

MANGGUMEDIA.COM -- Seorang ahli komputer merupakan yang paling banyak dibutuhkan saat ini. Jurusan ini berhubungan erat dengan perangkat komputer, sistem komputasi dan tentunya computer programming. Ilmu komputer ini cenderung lebih menekankan pada bahasa pemograman komputer dan rekayasa perangkat lunak.

Karakter Yang Cocok Untuk Jurusan Ini

1.   Suka pelajaran matematika dan hitungan.
2. Punya daya ingat yang tajam, detail, tekun dan tidak mudah menyerah.
3. Suka tantangan dan mampu berada di bawah tekanan.
4. Punya pola pikir sistematis, terstruktur, daya analisa baik, logika yang kuat dan kemampuan problem solving yang baik.

Khelvin Simon, Pemenang Beasiswa Penerbit Manggu

Mengapa Memilih Jurusan ilmu Komputer?

1. Bebas berkreasi untuk mewujudkan ide-ide di dunia informasi digital.
2. Lapangan kerja luas dan beragam.
3. Gaji di atas rata-rata.
4. Era revolusi 4.0 seperti sekarang ini, lulusan ilmu komputer banyak dibutuhkan baik di perusahaan swasta maupun pemerintahan.
5. Kamu bisa mendirikan perusahaan sendiri misalnya perusahaan start-up di mana hal ini akan bermanfaat bagi orang yang membutuhkan pekerjaan.

Lomba Nulis Artikel Berhadiah Uang Tunai, Daftar di sini.

Bagaimana Porspek Kerjanya?

Peluang karir lulusan ilmu komputer itu sangat luas sekali. Hampir seluruh sektor membutuhkan tenaga ahli komputer untuk dapat bertahan dan bersaing di era revolusi 4.0 sekarang ini. Apalagi rata-rata gaji yang akan diterima memang tidak bisa diangggap enteng. Adapun prospek kerja lulusan sarjana ilmu komputer diantaranya sebagai berikut:

1.  Network Administrator
2. Network Engineer
3. Database Administartor
4. IT Staff
5. IT Manager
6. IT Consultant
7. Software Tester
8. Quality Assurance
9. Web Designer
10. Programmer
11. Game Developer
12. Software Engineer

Nah itu tadi informasi serba-serbi kuliah jurusan Ilmu Komputer yang telah kamu ketahui. Semoga informasi ini bisa menjadi bahan pertimbangan bagi kamu yang berminat memilih jurusan kuliah ilmu komputer.

Artikel Terkait Lainnya: